Kebutuhan Green ICT Untuk Menghemat Pembiayaan Negara dan Sumber Daya Alam

Kebutuhan Green ICT Untuk Menghemat Pembiayaan Negara dan Sumber Daya Alam

Seminar Green ICT

Bali – Kebutuhan akan perangkat teknologi yang hemat dan ramah lingkungan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di Indonesia bahkan di dunia. Bambang Heru Tjahyono selaku Dirjen Aplikasi Informatika Dirjen Komunikasi dan Informatika mengatakan bahwa saat ini penggunaan perangkat teknologi informasi sudah banyak sekali di Indonesia. Misalkan di Indonesia terdapat 100.000 orang pengguna ponsel cerdas. Ponsel cerdas itu memakai baterai 1000 mAH @4.2V yang harus diisi satu kali setiap hari.
Maka total konsumsi listrik 100.000 ponsel cerdas adalah ~1 Terawatt per hari. Berapa tera jika 100 juta Ponsel. Energi yang sangat besar! Sebagai pembanding, kompleks pembangkit Paiton menghasilkan listrik sebesar 2.5 Gwatt. Di Indonesia sendiri pengguna Internet sejumlah 80 juta, USD 16.5 juta belanja ICT, 45 ribu BTS dibangun. Jadi kalau begitu berapa listrik yang dibutuhkan semuanya. Kalau tidak dibarengi dengan kesadaran untuk menghema energi maka Indonesa akan memboroskan energi dan kita akan menjadi bangsa yang konsumtif.
Jadi ICT Hijau (Green ICT) berperan sangat besar, diantaranya adalah bagaimana TIK mengefisienkan perangkatnya demi mengurangi emisi karbon (“Green of ICT”). Perusahaan-perusahaan penyedia produk dan jasa TIK telah banyak melakukan riset untuk mengurangi konsumsi energy maupun mengurangi keluaran emisinya. Komputasi awan, adalah salah satu terobosan untukmengurangi penggunaan server. Karena Server termasuk penyumbang karbon emisi besar di TIK, yaitu sekitar 23%.
P e ra n kedua yang lebih memiliki potensi jauh lebih signifikan dalam mengurangi emisi karbon adalah menggunakan TIK untuk penghematan energi (“Green by ICT”). Contoh yang telah banyak dilakukan adalah dengan meniadakan penggunaan kertas atau paperless.
Green ICT menjadi sangat berperan penting kata Heru. Hal ini disebabkan karena Dibandingkan dengan sektor lainnya, memang TIK tidak terlalu banyak mengkonsumsi energi, menurut International Telecommunications Union (ITU), TIK hanya menyumbang sekitar 2 – 2.5% dari emisi “greenhouse gas” dunia. Akan tetapi penggunaan TIK sudah sangat meluas dan berkembang cepat serta ketergantungan kita terhadap TIK semakin meningkat. Apabila kita tidak melakukan tindakan apa-apa, kontribusi TIK akan naik
dua kali, sekitar 4% di tahun 2020. Begitu kata Heru menutup pembicaraannya. #Eka

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. alisca damayantiJuly 3, 2015 at 3:29 amReply

    Artikel yang bagus. Terima kasih atas info yang diberikan. Mudah dipahami dengan pemilihan kata yang ringan.
    Saya memiliki link yang mungkin berguna untuk menambah referensi tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi.
    Silahkan dikunjungi. Prosiding KOMMIT TIK

Leave a Reply