Menristekdikti Dorong Negara OKI Kembangkan Pusat Iptek dan Perkuat Kerja Sama

| September 18, 2017 | 0 Comments

Astana – Indonesia mendorong seluruh Negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar dapat mengembangkan berbagai Science Center di berbagai kawasan. Pembentukan berbagai center tersebut akan memberikan dampak positif terutama terhadap generasi muda yang sejak usia muda telah diperkenalkan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Hal tersebut ditekankan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, pada saat memberikan sambutan atas nama Pemerintah Republik Indonesia di pertemuan para Menteri Riset dan Teknologi Negara-negara anggota OKI di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/9/2017).

Menteri Nasir juga mengatakan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik karena hal ini akan berpengaruh langsung terhadap kemampuan murid yang berkarakter serta memiliki sikap kritis, jujur dan kreatif.

“Isu kualitas pendidikan juga perlu diperhatikan sebagai syarat bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera di seluruh negara OKI,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah dan kualitas pendidikan tinggi (vocational education) juga perlu terus dilakukan untuk menunjang kegiatan industri di seluruh negara OKI. Dalam hal imi, Indonesia mendorong kalangan industri dapat terlibat di dalam pengembangan vocational education dimaksud.

“Saya telah menggunakan kesempatan pertemuan ini untuk menyampaikan berbagai rencana Indonesia dalam memajukan Iptek nasional, seperti pembangunan Science and Techno Park, Capacity Building Programme, pertukaran Profesor di tingkat global, penyelenggaraan kerja sama riset dan pengembangan serta Techno Entrepreneurship,” ujar Nasir.

image: http://ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2017/09/IMG-20170909-WA0005-1024×576.jpg

img-20170909-wa0005

Pertemuan tingkat Menteri para Menristek Negara anggota OKI diselenggarakan sebagai salah satu pertemuan pada rangkaian Konperensi Tingkat Tinggi OKI mengenai Iptek yang diselenggarakan di Astana Kazakhstan, mulai tanggal 10 – 11 September 2017.

Delegasi RI pada pertemuan puncak KTT akan dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Selain pertemuan tingkat Menteri, rangkaian pertemuan juga telah dimulai dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting/SOM).

KTT OKI mengenai Iptek merupakan KTT tematik pertama di bawah kerangka forum kerja sama OKI. KTT ini mengangkat tema, “Science, Technology, Innovation and Modernization of the Muslim World”.

image: http://ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2017/09/IMG-20170909-WA0012-1024×576.jpg

img-20170909-wa0012

KTT diselenggarakan atas kesepakatan seluruh Negara OKI pada berbagai pertemuan KTT OKI, termasuk KTT OKI terakhir yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada bulan April 2016. Seluruh 56 Negara anggota OKI telah berpartisipasi pada rangkaian pertemuan KTT OKI Iptek ini.

Pada akhir KTT, diharapkan seluruh Kepala Negara atau Wakil Kepala Negara akan mengesahkan beberapa dokumen akhir, yaitu dokumen OIC Science, Technology and Innovation 2026 serta dokumen Astana Declaration.

Dokumen OIC STI 2026 pada intinya merupakan road map Iptek negara-negara OKI untuk periode 2017-2026; sedangkan Astana Declaration akan berisi deklarasi bersama seluruh Kepala Negara atau Wakil Kepala Negara OKI mengenai hal-hal utama mengenai pengembangan iptek di Negara OKI bagi kepentingan seluruh umat manusia.

Read more at https://ristekdikti.go.id/menristekdikti-dorong-negara-oki-kembangkan-pusat-iptek-dan-perkuat-kerjasama-iptek-untuk-kepentingan-seluruh-dunia/#EDFf6vTZuuQYWGLk.99

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Category: Pendidikan

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IndoStore Theme