Sejarah

Aptikom 2

Semakin banyak dan berkembangnya sekolah dan perguruan tinggi di bidang Information Technology (IT), menyebabkan peningkatan persaingan atara lembaga-lembaga pendidikan tersebut untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Atmosfer persaingan yang sehat dibutuhkan untuk memacu perkembangan IT di Indonesia.

Saat ini tercatat lebih dari 500.000 (lima ratus ribu) mahasiswa D1 hingga S3 yang sedang aktif belajar di lebih dari 850 (delapan ratus lima puluh) Perguruan Tinggi di Indonesia di bawah naungan sekitar 1.500 program studi Kampus Informatika dan Komputer di seluruh Indonesia, dengan jumlah lulusan sekitar 40.000 (empat puluh ribu) hingga 50.000 (lima puluh ribu) alumni per tahunnya. APTIKOM sebagai sebuah asosiasi yang merupakan kerjasama antara perguruan tinggi di bidang IT diharapkan dapat menjadi wadah untuk dapat meningkatkan kerjasama baik antar perguruan tinggi, maupun antar perguruan tinggi dengan pemerintah dan pelaku usaha.

Semuanya bermula pada tahun 1983, yaitu ketika 8 (delapan) perguruan tinggi penggagas pendirian Program Studi informatika dan komputer membentuk sebuah forum yang diberi nama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Sejenis Ilmu Komputer (BKS PERTINIS I-K).
Sejalan dengan perkembangan pesat ilmu komputer dan informatika, anggota BKS PERTINIS I-K bertambah menjadi 78 (Tujuh Puluh Delapan) anggota pada tahun 1987. Puncaknya adalah pada tahun 1996, ketika BKS PERTINIS I-K berubah nama menjadi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (PERTIKOM) jumlah anggota menjadi lebih dari 250 Program Studi dari seluruh wilayah tanah air.

Sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman, maka pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2002 di kota Malang, diusulkanlah perubahan bentuk organisasi dari PERTIKOM menjadi (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM). Sampai dengan saat ini, jumlah anggota APTIKOM terdiri dari 850 (Delapan Ratus Lima Puluh) Kampus Informatika dan Komputer serta 1560 (Seribu Lima Ratus Enam Puluh ) Program Studi.

IndoStore Theme