by

APTIKOM Siap Menjadi Lokomotif Perubahan di Era Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 menyebabkan munculnya berbagai model bisnis yang sama sekali baru. Bisnis transportasi tanpa perlu memiliki kendaraan, bisnis penginapan tanpa memiliki hotel, dan bisnis perdagangan tanpa memiliki barang. Menghadapi perubahan yang sangat drastis tersebut, perguruan tinggi harus segera berbenah agar mampu menghadapi tantangan besar itu.

Demikian dinyatakan Chan Basaruddin saat memberikan paparan pada Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus APTIKOM 2018-2022 di Kampus Universitas Gunadarma, Karawaci Tangerang, Sabtu (22/01/2019). “Revolusi Industri 4.0 menghasilkan berbagai bentuk bisnis tanpa perlu memiliki barang yang dibisniskan. Apa yang sudah dipersiapkan perguruan tinggi menghadapi realitas tersebut?”, tanya Kepala BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) itu kepada para peserta yang menghadiri kegiatan tersebut.

Menghadapi tantangan tersebut, lebih lanjut Chan Basaruddin menyatakan, perguruan tinggi khususnya pendidikan tinggi informatika dan komputer, perlu menyiapkan kurikulum yang memenuhi tiga literasi, yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. “Perguruan Tinggi kita harus memperbarui kurikulumnya dengan tiga literasi agar mampu menghadapi tantangan revolusi industri 4.0,” lanjut Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia tersebut.

Pada kesempatan yang sama, saat membuka kegiatan tersebut, Rektor Universitas Gunadarma ES Margianti mengatakan APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) harus mampu membangun Indonesia lebih baik ke depan. “APTIKOM sebagai asosiasi pendidikan tinggi informatika dan komputer harus mampu menjadi yang terdepan dalam membangun bangsa ini,” ujar ES Margianti, yang belum ini diangkat oleh Pemerintah Uzbekistan sebagai Brand Ambassador Republik Uzbekistan untuk Indonesia.

Sejarah mencatat, setiap terjadinya revolusi industri, mulai revolusi industri 1.0 sampai 3.0, selalu menyebabkan tergantikannya peran manusia dengan alat atau mesin. Demikian pula yang terjadi dengan revolusi industri 4.0. “Banyak jenis pekerjaan manusia yang akan tergantikan oleh robot,” ujar Budi Djatmiko, Kepala APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia), yang juga memberikan paparannya. Karena itu, tidak ada pilihan lain bagi perguruan tinggi selain segera memperbarui metode dan cara pembelajaraan bagi mahasiswanya, lanjut Budi Djatmiko.

Sebagai ketua umum yang dilantik, Zainal A Hasibuan, menyatakan bahwa bagi anggota APTIKOM tidak ada pilihan lain, selain harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Ia menambahkan, APTIKOM siap menjadi lokomotif perubahan bangsa ini ke depan. Dia juga mengharapkan agar kepengurusan APTIKOM yang baru dilantik mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik daripada periode sebelumnya. “Kinerja di periode kedua ini harus lebih baik,” ujar Ucok, panggilan akrab Zainal Hasibuan, yang terpilih kembali sebagai Ketua Umum APTIKOM untuk kedua kalinya tersebut.

Kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan bersama Pelantikan Pengurus APTIKOM 2018-2022 tersebut dihadiri oleh 100 anggota pengurus APTIKOM dari seluruh Indonesia, dan 25 undangan dari kalangan industri telematika dan asosiasi informatika lainnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed