by

Digitalisasi Implementasi Program Kerja, Akibat Pandemic Covid -19

APTIKOM Provinsi Yogyakarta kembali mengadakan Rapat Kerja (Raker) pada hari Rabu, 20 Mei 2020. Akan tetapi rapat kerja kali ini sangat berbeda. Ditengah pandemic Covid-19, Raker diadakan secara online menggunakan aplikasi Google Meet. Raker tersebut diikuti hampir seluruh anggota pengurus membahas 5 agenda kegiatan yang akan dilaksanakan oleh APTIKOM Provinsi Yogyakarta dalam rangka implementasi program kerja dalam bentuk digitalisasi akibat pandemic Covid-19.

Pembahasan pertama, yaitu tindak lanjut kegiatan Doctoral Bootcamp tahun 2020 yang rencana awalnya diadakan secara offline pada tanggal 6-8 April 2020, namun dikarenakan Pandemic Covid-19 ini maka pelaksanaan kegiatan Doctoral Bootcamp diundur menjadi tanggal 24-25 Juni 2020 dan dilakukan secara online. Seperti yang dikutip dari pernyataan Bapak Agfianto Eko Putra, M.Si selaku ketua umum APTIKOM Provinsi Yogyakarta.

“rencana awal kegiatan Doctoral Bootcamp adalah tgl 6-8 APRIL 2020, akan tetapi karena adanya pandemic COVID-19 sehingga kegiatan diundur pada tanggal 24-25 Juni 2020 dan dilakukan dengan konsep daring”, ucap Pak Agfi.
Pak Agfi, begitu beliau biasa disapa, juga mengatakan bahwa Doctoral Bootcamp 2020 diadakan sebagai persiapan bagi dosen-dosen yang akan mendaftar ke jenjang S3.
“Doctoral Bootcamp 2020 diadakan paling tidak sebagai persiapan bagi teman-temen dosen yang akan memasuki atau mendaftar ke jenjang studi doktoral”, lanjut Pak Agfi

Pembahasan kedua, yaitu laporan Raker Sekretaris APTIKOM seluruh Indonesia yang diikuti oleh Ibu Dr. Emy Setyaningsih, M.Kom. selaku Sekretaris APTIKOM Provinsi Yogyakarta. Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Emy pembahasan Raker dimulai dari konsep kampus merdeka dimana salah satu konsepnya adalah mahasiswa pada semester 3 diijinkan ambil SKS diluar prodi dan diluar kampus. Kemudian untuk mendukung kegiatan tersebut APTIKOM Pusat menegaskan dibutuhkannya peningkatan LMS (Learning Management System) pada prodi di bawah APTIKOM Provinsi untuk sharing konten dan mata kuliah.

“pembahasan mengenai konsep kampus merdeka dan merdeka belajar. Focus pada 3 semester mahasiswa yang diijinkan ambil SKS diluar prodi dan diluar kampus. Aptikom pusat menginformasikan bahwa perlunya meningkatkan LMS (Learning Management System) yang ada di prodi di bawah aptikom propinsi untuk meningkatkan kemampuan sharing konten dan MK. Open konten, open kursus dan koneksi antar propinsi dimana konsep pertukaran pelajar dilakukan”, jelas Bu Emy.

Selain membahas konsep merdeka belajar, juga dibahas perlunya dukungan dari APTIKOM Provinsi untuk peningkatan jabatan fungsional dosen karena jabfung Lektor Kepala dan Guru Besar masih sangat minim
“meningkatkan professional dosen, yang berhubungan dengan jabfung yg mana jabfung lector dan guru besar sangat minim sehingga aptikom propinsi diseluruh Indonesia diharapkan bisa membantu meningkatkan jabfung dosen dnegan melakukan kegiatna yang berhubungan dengan proses percepatan dosen dalam menaikan jabfungnya”, jelas Bu Emy.

Kemudian mengenai pendataan anggota aptikom, Bu Emy meminta pendataan ulang antara APTIKOM pusat dengan APTIKOM Provinsi Yogyakarta dikarenakan terjadi perbedaan data dari wilayah Provinsi Yogyakarta yang tercatat di APTIKOM Pusat. Selanjutnya dilakukan singkronisasi sehingga bisa membantu pendataan dari APTIKOM Pusat.

“Terdapat data berbeda dengan yang asli di bawah APTIKOM Provinsi Yogyakarta, yaitu hanya terdata 2 keanggotaan individu, data institusi tidak terlihat yang melakukan pendaftaran, padahal dari IST Akprind 6 dosen sudah melakukan proses perpanjangan keanggotaan. Kami meminta untuk pendataan ulang dari APTIKOM Pusat yang selanjutnya dilakukan proses singkronisasi dengan data dari APTIKOM Provinsi. Tentunya kami bisa membantu pusat untuk pendataan anggota tersebut”, jelas Bu Emy.
Selain itu Bu Emy juga mengusulkan panduan penggunaan aplikasi MYAPTIKOM agar jelas penggunaanya serta persetujuan hak akses yang sama ke aplikasi MYAPTIKOM antara pengurus pusat dengan pengurus daerah.

“Kami mengusulkan untuk membuat panduan penggunaan aplikasi MyAPTIKOM yang bisa di share ke anggota di daerah sehingga bisa mengetahui fungsionalitas aplikasi MYAPTIKOM yang dibangun oleh pusat. Kami juga mengusulkan bahwa pengurus daerah diberikan hak akses ke MYAPTIKOM yang sama dengan pengurus pusat, dan sudah disetujui oleh pengurus pusat”, tutup Bu Emy.
Pembahasan ketiga, yaitu laporan pelatihan jurnalis APTIKOM yang diikuti oleh Bapak. Adityo Permana Wibowo dan Bapak. Andika Bayu Saputra selaku tim Divisi Website APTIKOM Prov. Yogyakarta. Dalam keterangan Pak Adit sapaan akrab beliau selaku ketua Divisi Website APTIKOM Prov. Yogyakarta menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik diadakan dalam rangka melatih pengurus daerah dalam melakukan penulisan press release setiap kegiatan APTIKOM Provinsi dan di upload di web APTIKOM Provinsi. sehingga seluruh kegiatan di tingkat daerah bisa dimonitoring oleh APTIKOM pusat.

“Pelatihan jurnalis APTIKOM diadakan dalam rangka menjaring dan menumbuhkan semangat dalam menulis bagi pengurus APTIKOM provinsi, sehingga diharapkan pengurus APTIKOM provinsi membuat press release tiap kegiatan yang bisa diakses langsung oleh APTIKOM Pusat,” jelas Pak Adit. Pelatihan tersebut diisi oleh narasumber Bapak H. Sarnapi seorang wartawan senior dari Harian Umum Pikiran Rakyat. Beliau sangat menggungah inspirasi karena menjelaskan tips dan trik dalam menulis karya jurnalistik dan juga motivasi untuk terus berjuang dalam bidang jurnalis. “Narasumbernya bagus sekali, yaitu Bapak H. Sarnapi seorang wartawan senior yang benar-benar memberikan materi berdasarkan kejadian sehingga tips trik dan motivasi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk kami yang masih pemula”, ucap Pak Adit.
Antusiasme peserta pelatihan terlihat dan membuat menjadi penasaran akan dunia jurnalistik. Di akhir acara, untuk lebih menekankan esensi dari sebuah pelatihan, para peserta pelatihan diberikan tugas untuk membuat press release dari kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut. Hasil pembuatan Press release kemudian dikirim ke Bapak. H. Sarnapi untuk dikoreksi dan direview, dan selanjutnay dijadikan sebagai bahan latihan bagi pengurus provinsi. “pelatihan ini sangat menarik, terlihat dari antusiasme peserta yang meminta diadakan kegiatan follow up dari pelatihan jurnalistik ini. Kemudian sebagai ujian dari pelatihan ini, kami diberikan tugas untuk membuat press release dari pelatihan jurnalistik ini”. Jelas Pak Adit.

Pembahasan keempat, yaitu kegiatan pelatihan penyusunan proposal hibah penelitian yang akan diadakan oleh divisi penelitian. Pak Agfi adalah salah satu tim reviewer proposal hibah, dan berdasarkan pengalaman beliau yang pernah memberikan pelatihan di beberapa perguruan tinggi, peserta yang umumnya para dosen memperlihatkan antusiasme yang tinggi sehingga atas dasar inilah APTIKOM Yogyakarta mengadakan pelatihan penulisan proposal hibah penelitian.

“sebelumnya secara perorangan saya dan teman-teman sudah pernah memberikan pelatihan di beberapa perguruan tinggi dan ternyata memang antusias para dosen untuk mengikuti penelitian sangat tinggi sehingga tidak ada salahnya pada tahun 2020 ini kita sengaja mengadakan pelatihan penyusunan proposal hibah penelitian”, jelas Pak Agfi

Pembahasan kelima, yaitu rencana kegiatan Webinar Series APTIKOM Provinsi Yogyakarta dalam rangka pandemic Cvid-19. Webinar series tersebut akan dilaksanakan tiap hari Senin Pahing mulai Bulan Juni, Juli, Agustus, September 2020.
“Selama Juni, Juli, Agustus, September 2020 kita akan mengadakan webinar series APTIKOM Provinsi Yogyakarta. Rencananya akan diselenggarakan tiap selapan (dalam istilah jawa) atau tiap Hari Senin Pahing”, Tutup Pak Agfi. (-APW-)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed